Karunia TUHAN




yang terbaik dari semua yang baik selama kuliah di IT TELKOM.
Diberi kesempatan melayani DIA yang sudah terlebih dahulu melayani kita.

Kepengurusan PMK IT Telkom 2010-2011, dipercaya sebagai Kepala Bidang 2 membawahi 2 sie : Diakonia dan Misi Ekstenal.

Sebaliknya hendaklah dengan RENDAH HATI yang seorang menganggap yang lain LEBIH UTAMA dari pada dirinya sendiri. 

Waktuku Hidupku


Kali ini aku ingin menulis sesuatu hal yang tiba-tiba “MENAMPAR” ku dengan sangat keras.

Rabu kemarin setelah mendapat undangan test (LAGI) dari salah satu perusahaan swasta yang akan diadakan pada hari kamis di kampusku, aku kembali menuju ke kota kembang itu (LAGI). Seperti biasa aku bisa sekalian bertemu dengan orang-orang hebat yang hampir 4 tahun menemani perantauanku di kota kembang itu (tulisan berikutnya aku akan membahas ke-tololan yang kami lakukan saat itu), nyamperin rumah dan mengurus beberapa hal yang ‘urgent’ di sana.

Ada hal yang tiba-tiba “MENAMPAR” ku , terjadi di hari Kamis saat aku hendak pergi ke Persekutuan Doa dan di hari Jumat saat ibadah jumatan. Kamis sore itu hujan deras menyapa perkampungan Dayeuh Kolot dan sekitarnya diikuti dengan padamnya listrik sepanjang hari, sudah dapat  dipastikan tak akan ada aktivitas lain di luar kosan. Aku yang menumpang tidur di kosan saudara PA ku, Vera, dan kami pun memilih untuk tidur sepanjang hari yang super dingin itu. Terbangun dan kaget saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 18:00. Tiba-tiba terdengar suara dari tetangga sebelah kamar, Gotti, yang kemudian bertandang ke kamar tempat aku dan Vera sedang ngulet-ngulet kayak ulet :P

Lisa         : PD kamis yok (berbicara kepada 2 mahluk di ruangan itu)
Gotti       : Yok.. Siap-siap sekarang ya
Lisa       : Cepat amat ini masih jam berapa (melihat jam yang masih pukul 18:00) masih 1 jam lagi loh mak, entar lagi lah siap-siapnya
Gotti       : Ayok cepat siap-siap, JANGAN SAMPE TELAT
Lisa        : Iyee mak, engga telat tapi ga usah cepat-cepat amat sih masih banyak waktu nih
Gotti       : Lebih cepat kan lebih baik
Lisa        : *JLEB*
****

Besoknya, aku ada interview di kampus jam 12:00. Aku ingin mengikuti  jumatan dulu sebelum interview. Saat sedang sibuk besiap-siap untuk mengikut jumatan, tetangga sebelah kamar bangun dari tidurnya dan kami berniat untuk jumatan bareng. Oh no.. tapi ini sudah jam 10:00, tersisa waktu 30 menit lagi sebelum jumatan dimulai. Dan  sayangnya waktu 30 menit yang kami punya tak akan cukup untuk 2 kaum hawa ini berberes ria. Akhirnya kami pun TELAT L . Tema jumatan kali ini pun berbicara soal waktu.

Tema : “Menghargai TUHAN dengan menghargai waktu”
Judul : “Waktu Ibadah Bukan untuk DIPERMAINKAN”
Dan bukan suatu kebetulan semata salah satu dari kamipun dipanggil untuk kesaksian (tanya jawab lebih tepatnya). Hihi Tuhan menegor anak-anakNya dengan cara apa saja, termasuk untuk kasus kami yang saat itu datang telat. :’) *JLEB*
Tema yang bagus banget padahal, tapi karena ada sesuatu hal maka materi yang ku harapkan tak sesuai dengan yang ku terima. Pembicara yang sudah dihubungi oleh sie acara PMK dari jauh-jauh hari tiba-tiba saja tidak bisa dihubungi mulai dari kamis malam. Tak ada kabar sampai 1 jam menjelang khotbah, akhirnya sie acara memutuskan untuk meminta salah satu pendamping PMK yang saat itu datang jumatan untuk menyampaikan materi singkat tentang waktu. Tanpa persiapan apa-apa ibu itu hanya membahas bagian luarnya saja. Saat itu aku merasa khotbahnya kurang pas (maklum saja tanpa ada persiapan) lalu kemudian aku merenung sendiri masalah waktu. Walaupun hasil renunganku sedikit melenceng dari tema jumatannya.
Aku bertanya dalam diriku, bagimu apa itu waktu Lis?
Ada orang yang menyebut waktu adalah uang. Tapi bagiku WAKTU adalah HIDUP. Saat aku menyia-nyiakan WAKTU ku, berarti aku sudah menyia-nyiakan HIDUP ku. Kenapa aku lebih suka dengan prinsip hidupku yang menyuarakan bahwa WAKTU itu adalah HIDUP? Pada saat aku menyia-nyiakan uang, aku bisa mencarinya lagi dengan bekerja ataupun meminta dengan orang tua :p Tapi pada saat aku telah menyia-nyiakan HIDUP ku, apa bisa aku mencari “nya” kembali? Mau minta juga mau minta sama siapa -_- That’s my big point. Waktu tak pernah mundur, dia selalu bergerak maju tanpa mempedulikan apapun yang terjadi di dunia ini.

Tanpa kita sadari (termasuk AKU), sering kali kita menyepelekan hal-hal kecil seperti WAKTU. Terkait dengan tema jumatan, “Menghargai TUHAN dengan Menghargai WAKTU” kita sering kali lupa bahwa ternyata dengan menghargai WAKTU berarti kita sudah menghargai TUHAN. Kebanyakan orang menganggap DOSA itu hanyalah pelanggaran terhadap HUKUM TUHAN saja, tak banyak orang yang merasa bahwa menyia-nyiakan WAKTU pun adalah salah satu bentuk DOSA.

Ini ada rangkaian pepatah bijak tentang makna WAKTU dalam suatu kehidupan.

Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas
Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur
Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan
Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian
Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menunggu kekasihnya
Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta
Untuk memahami makna SATU DETIK, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan
Untuk memahami makna SATU MILI DETIK, tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade


Betapa berharganya WAKTU dalam kehidupan ini, bahkan 1 mili detik sekalipun. Oleh karena itu, jangan pernah untuk menyia-nyiakannya...

Di dalam kitab suci pun Allah mengajarkan kita untuk menghargai WAKTU :
“supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah” ( 1 Petrus 4 : 2)

Hargai HIDUP mu dengan menghargai WAKTU mu maka kau pun akan menghargai TUHAN.



Semua ada waktunya

 “ Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya “
Pengkhotbah 3 : 1

Flashback untuk 4 tahun yang lalu (2008), saat aku baru pertama kali menginjakkan kaki ku di PMK IT Telkom bertemu dan dikumpulkan dalam satu kelompok kecil dengan 1 PKK (Pemimpin Kelompok Kecil) dan 3 AKK (Anggota Kelompok Kecil) termasuk aku. Sebulan berjalan dengan mengikuti rangkaian kegiatan PMK yang ada seperti PD (Persekutuan Doa) kamis, jumatan dan PIPA bab 1-3 akhirnya kami tiba di satu camp rohani yang lebih dikenal dengan nama Bible Camp (BC).

Bible Camp di zaman ku dulu berlangsung 3 hari 2 malam, bertempat di wisma Alloysius, Ciwide. Saat itu aku mengikuti rangkaian BC dengan perasaan sangat “asing” (menurutku awalnya) dengan 6 sesi dan kegiatan outbond lainnya. Setelah mengakhiri pesta rohani itu aku baru merasakan sesuatu yang sangat asing di awal bagiku menjadi sangat “menenangkan jiwaku” kemudian. Di malam ke 2 pesta rohani itu, ada kemenangan roh yang ku dapat, sesaat aku tersadar seketika kalau aku sudah ada dalam dekap pelukan kakak PA ku saat  itu :’)

Bercerita sedikit tentang kehidupan kelompok kecilku, kami bukan tipe kelompok kecil yang sering jalan bareng keluar (hangout), kami lebih memilih untuk menghabiskan waktu untuk ngumpul-ngumpul di kosan, ber-PA, belajar bareng (maklum kakak PA ku cukup terkenal dengan kejeniusannya yang di atas rata-rata; re : minta diajarin hehe), share of life (curhat colongan) dan perayaan ulang tahun. Tak terasa 2 tahun berlalu begitu singkat, saat aku sudah menginjak tahun ke 2 ku di kampus dan kakak PA ku sudah berada hampir di garis akhir masa perkuliahannya. Dan sudah waktunya tongkat pemuridan yang ada di tangan kakak PA ku harus berpindah posisi ke tangan kami.

Saat aku dan saudara PA ku berkata “IYA” untuk tongkat itu Tuhan mempercayakan ku 2 orang AKK (Sonia dan Nana). Saat itu aku merasakan fase yang dulu kakak PA ku jalani, menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah apalagi menjadi pemimpin rohani karena aku harus bisa memimpin diriku dulu sebelum aku bisa memimpin orang lain. Kembali kami merayakan pesta rohani yang dulu aku rayakan 2 tahun silam, di tempat yang sama, tapi dengan orang yang berbeda dan peran yang berbeda tentunya. 2008 silam aku sebagai AKK dan 2010 itu aku sebagai PKK. Pundak yang dulu ku pakai untuk menangis di dalam pelukan kakak PA ku di malam itu, saat BC 2010 ku pinjamkan untuk dekapan hangat tangisan 2 AKK ku.

Dan 2 tahun berjalan setelah itu, sekarang ini 2 AKK ku pun merasakan fase yang dulu ku jalani, yaitu sebagai PKK. Dan besok hari dimana mereka kembali akan merayakan pesta rohani yang dulu pernah kami rayakan, tetapi kali ini tanpa aku melainkan bersama AKK mereka masing-masing.
2008 : aku menangis di pelukan kakak PA ku
2010 : aku memeluk 2 AKK ku dalam pelukanku
2012 : mereka akan memeluk AKK mereka masing-masing
Sungguh, semuanya ada waktunya. Dan aku berharap setiap  orang nantinya bisa merasakan fase dipimpin dan memimpin dalam kelompok ini. Berharap semoga kelompok kecilku bisa terus BERTUMBUH dan BERBUAH di dalam TUHAN lewat PMK IT Telkom.

Whatsapp ku dengan Nana
Nana  : Sabtu udah BC. Jadi inget dulu bareng kakak, jadi mau nangis akunya
Aku     : Hihihi, dulu nangis kenapa ya? :’P
Nana  : Ga tau, hehe. Kangen moment itu ka, sayang banget kita jarang ketemu pas masih kuliah gara2 kesibukan masing2. Baru terasa kangen pas kakak udah ga di Bandung
Aku      : Huhuhu, jadi pengen ikut nangis
Nana  : Giliran aku sering di PMK, sekarang kakaknya ga kelihatan di PMK lagi.
Aku   : Iya, ga apa2 dek yang penting komunikasi jalan terus bisa tetap mendoakan dan mendukung walaupun jarak jauh.
Nana  : Mantep kak. Tapi kadang2 suka ngiri kalau ngeliat teman2 yang kakak PA nya masih ada, haha padahal mah harusnya bersyukur yak kakak udah lulus :’D

******

Special Thank to YOU, who give me family in God.
(Risny Raranti, Veranita Tarigan, Grace Damba, Karina Priscilia, Sonia Helena Ladasi)
Kelompok Kecil aku sebagai AKK (BC 2008)

Kelompok Kecil aku sebagai PKK (BC 2010)



If you knew that you were going to lose your leg tomorrow, 
would you sit on the couch and cry about it 
or
 would you run and jump and do some awesome air kicks
while you still could?
HIMYM

Weakness != 0


“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna”
2 Korintus 12 :9

Beberapa kisah hidup yang menginspirasiku untuk berjuang dalam kelemahan.

 ALBERT EINSTEIN
Siapa yang tidak kenal dengan nama besar Einstein? Orang paling jenius di dunia ini yang mendapat gelar “The Person of The Century” pun berjuang dari kelemahannya untuk mendapat pengakuan dunia untuk setiap prestasinya. Einstein kecil adalah anak yang tidak cukup cerdas bisa dibilang anak yang terbelakang (slow learner) karena kemampuan bicaranya yang amat lambat dan sifatnya yang pendiam membuatnya susah untuk mendapat teman. Einstein berjuang keras untuk bisa menyelesaikan pendidikannya karena dia berpikir pendidikan itu sangat penting. Setelah menyelesaikan pendidikannya Einstein pernah mencoba melamar menjadi seorang guru dan ternyata gagal kemudian dia terpaksa menjadi pegawai di kantor hak paten penemuan-penemuan baru. Einstein orang yang cukup pintar untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, dia tak larut dalam kesedihan akan kegagalan yang dia alami. Justru di tempat dia bekerja itulah, Einstein malah jadi bisa berpikir lebih bebas sampai akhirnya Einstein melahirkan Teori Relativitas ( E = mc² ) , teori fotoelektrik yang nantinya akan membawa Einstein meraih penghargaan bergengsi, Nobel.

Lihat nama besar Einstein, siapa sangka bahwa sang jenius ini juga dulu orang yang berjuang dalam kelemahannya, slow learner.

 THOMAS ALVA EDISON
Siapa yang tidak kenal dengan bapak penemu lampu pijar pertama di dunia itu? Thomas yang mengalami kesulitan untuk mendengar tidak menjadikan kelemahannya tersebut membuatnya menjadi seorang yang terbelakang, justru dia menganggap itu menjadi suatu keuntungan karena ia menjadi punya banyak waktu untuk berpikir daripada mendengar pembicaraan kosong. Thomas kecil yang begitu mencintai semua hal yang berbau dengan penelitian harus berjuang sendiri untuk membiayai segala experimennya yang cukup menelan banyak biaya tersebut dengan bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api. Siapa bilang Thomas cukup pintar untuk menemukan lampu pijar hanya dengan sekali percobaan saja? Thomas berjuang terus menemukan titik “keberhasilan” nya dalam menemukan lampu pijar sampai 9.955 kali kegagalan. Tapi Thomas menolak 9.955 kali itu adalah sebuah kegagalan, dia menyebutnya sebagai 9.955 prestasi dalam menemukan lampu yang gagal menyala.

Belajar dari Thomas Alva Edison yang terus berjuang mencapai keberhasilan meski sudah mengecap ribuan kali kegagalan.

LIONEL MESSI
Lionel Andreas Messi, atau yang lebih dikenal dengan Lionel Messi pemain bola yang sangat terkenal dalam beberapa tahun terakhir ini. Dunia persepakbolaan digemparkan dengan hadirnya salah satu pemain terbaik dunia yang memiliki keunikan tersebut. Pemain yang sekarang ini merumput untuk membela salah satu club raksasa Spanyol, Barcelona itu menyedot jutaan decak kagum para pecinta sepak bola di seluruh penjuru dunia. Siapa sangka pemain dengan postur tubuh cukup mungil itu menjadi ancaman untuk tim-tim lawan. Messi lahir di tengah-tengah keluarga yang sederhana, ayahnya seorang pekerja pabrik. Messi mencintai bola sejak dia anak-anak, akan tetapi kecintaannya akan sepak bola diuji saat dia didiagnosa mengalami kelainan hormon pertumbuhan yang akan menghambat pertumbuhan badannya kelak. Saat itu Messi berumur 11 tahun dengan tinggi badan hanya 140cm, untuk ukuran seorang pemain sepak bola tentu itu akan menjadi penghalang apalagi saat kita berbicara tentang sepak bola Eropa dan Amerika. Akan tetapi Messi yang tak menyerah begitu saja dengan keadaan yang ada dia menunjukkan prestasinya gemilang yang kemudian menarik perhatian salah satu klub bola kemudian bersedia membiayai pengobatan Messi. Siapa sangka orang yang dulunya diremehkan bahkan ditolak beberapa klub bola karena kelemahannya sekarang malah menjadi pemain bola terbaik dunia.

“Menjadi lebih kecil dari yang lain membuatku berusaha menjadi lebih cepat”

AYUB
Ayub adalah salah satu anak kesayangan Tuhan, seorang yang saleh, jujur dan takut akan ALLAH, seorang hamba yang kesetiannya telah teruji. Ayub begitu sangat diberkati Tuhan dengan semua harta yang dimilikinya. Akan tetapi saat ujian menghampiri hidupnya, Ayub pun didapati tetap dalam kesetiannya. Semua harta yang dimiliki Ayub habis seketika bahkan keluarganya pun lenyap. Hal itu tak membuat iman Ayub goyah, dia tetap percaya kepada Tuhan saat musibah itu datang Ayub tetap menyembah, berdoa dan memuji Tuhan. Bahkan saat hanya tubuh yang dimiliki Ayub pun diserang penyakit yang menjijikkan dia tetap tak berpaling dari Tuhan. Sampai akhirnya Ayub didapati tetap setia meski dalam keadaan paling terpuruk di dalam hidupnya dan dia berhasil melewatinya dengan baik, Ayub kembali mendapatkan kembali semua miliknya.

“ALLAH tetap dimuliakan dalam kelemahan yang dimiliki Ayub”

Naek Simangunsong, SH
Seorang pria berusia 51 tahun yang beristri 1 dan 3 anak hanyalah seorang pegawai negri sipil. Pria separuh baya itu telah melewati fase kehidupan sebenarnya dan menyadari bahwa hidup itu adalah roda yang terus berputar. Masa kejayaan yang dulu sempat dirasakannya di usianya yang baru menginjak angka 30 an dengan 3 orang anak yang masih kecil-kecil harus menerima kenyataan pahit bahwa hidup tak selamanya berada di posisi yang sama. Kejayaan, nama baik dan banyaknya sanjungan yang datang harus direlakan pergi saat SK pemindahan itu keluar. Beliau dipindahtugaskan ke salah satu daerah terpencil di daerah Sumatra Utara dengan kata lain masa kejayaannya akan diuji untuk beberapa waktu ke depan. Kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah yang kian membludak lambat laun menyita perhatian dan kesehatannya. Dulu, saat masa-masa sulit itu datang uang dengan nominal 2 digit juta adalah hal yang sangat mustahil baginya. Terseok-terseok menjalani fase hidup yang berubah 180° dari semula membuatnya tak menyerah begitu saja, bukti nyata dari perjuangannya adalah dia berhasil men-sarjanakan 3 orang anak dengan biaya yang cukup besar. Justru saat sanjungan yang dulu dia dapat harus berganti menjadi cemooh dan pandangan sebelah mata dari orang-oang, dia tak peduli. Saat ini beliau berhasil melewati ujian hidup yang dulu menyeretnya berada di posisi roda bawah membawanya kembali naik ke roda atas. Saat ini berkat Tuhan mengalir begitu derasnya bagi pria dengan perut yang cukup besar dan jutaan uban yang menghinggapi kepalanya. Uang dengan nominal 2 digit juta yang dulu mustahil baginya menjadi mungkin, 3 digit bahkan mungkin akan lebih saat ini. Dia merasa bahwa hidup adalah perjuangan dan dia akan terus berjuang untuk 4 orang penting di hidupnya.

Pria ini adalah papaku :D


Pemenang bukan berarti tidak pernah kalah tapi tidak pernah menyerah
From NOTHING to SOMETHING

Kami MARAH,, Kami MENANGIS




Ada apa dengan negaraku belakangan ini?
Kenapa intimidasi rakyat tak henti-hentinya terjadi?

Dimana, dimana letak kemerdekaan itu? Katanya sudah 67 tahun negara ini menyatakan diri sebagai negara yang merdeka, mana buktinya? Lihat angka kemiskinan masih jauh lebih banyak daripada angka kemakmuran. Lihat dimana-mana tindakan kriminalitas masih banyak terjadi dan tidak adanya keadilan. Apakah ini yang dimaksud dengan negara merdeka?

Dimana, dimana kalian pejabat-pejabat pemerintahan yang dulu pernah berjanji untuk mengabdi pada negara ini? Dimana kalian yang dulu sudah mengangkat sumpah untuk melayani rakyat, kenapa begitu banyak pengkhianatan sumpah yang terjadi? Kalian menodai perjuangan para pejuang kita yang dulu sudah berkorban darah merebut kemerdekaan bangsa ini dari bangsa penjajah. Apa bedanya kalian dengan mereka yang dulu memaksa rakyat kita untuk bekerja rodi dan merampas kekayaan alam negri ini, toh kalian juga membunuh rakyat ini secara perlahan. Kalian PENJAJAH… Kami MARAH, kami MENANGIS ada musuh dalam selimut di negri ini.

Masalah korupsi bukan hal tabu lagi terjadi di negara ini. Ada apa dengan kita, sudah tak adakah lagi yang takut untuk melakukan dosa? Apa sudah tak ada belas kasihan lagi di hati kita melihat rakyat kecil semakin menderita sementara ada oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab merampas uang negara. Dimana letak keadilan saat kita tahu uang negara dengan jumlah ratusan milliar masuk ke kantong pribadi? Kami MARAH, kami MENANGIS…

Kasus KPK vs Polri belakangan ini sangat menggelitik perhatian saya khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya di luar sana. Ada apa dengan dua lembaga pemerintah yang sama-sama bertanggung jawab memberantas korupsi ini?

Jumat (5/10/2012) yang lalu saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang melakukan penyidikan lanjut terhadap Inspektur Jenderal (Pol) Djoko Susilo terkait proyek simulator SIM yang mengalami kerugian sampai 100 miliar. Akan tetapi belum sempat hasil penyidikan tersebut diketahui publik, kantor KPK di daerah Kuningan digemparkan dengan kedatangan aparat kepolisian dalam jumlah yang cukup banyak bertujuan untuk menjemput paksa salah satu penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan yang hari itu mengambil bagian penting dalam penyidikan lanjut proyek simulator SIM. Alasan penangkapan tersebut karena Novel Baswedan dituduh melakukan tindakan kriminal di tahun 2004 silam. Timing penangkapan yang sangat menjadi TANDA TANYA BESAR bagi publik. Kejahatan yang terjadi 8 tahun silam itu baru diproses sekarang, what the hell!! Kompol Novel Baswedan dituduhkan terlibat kasus penganiayaan di tahun 2004 saat beliau menjabat menjadi Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Bengkulu. Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto angkat suara di salah satu konferensi pers yang berlangsung kemarin menjelaskan bahwa tuduhan yang dijatuhkan kepada salah satu anggota keluarga KPK tsb telah selesai di tahun 2004 silam dan juga yang melakukan penganiayan itu bukanlah beliau melainkan salah satu anggotanya. Wah, wah… ada apa ini? Terkesan kejadian ini diset untuk mengkerdilkan KPK L Tapi KPK tak tinggal diam, 22 lawyers siap digerakkan untuk membela salah satu penyidik KPK tsb.

Aaaaaaaaaaaaa, kami MUAK dengan para kutu-kutu busuk di negara ini. Berhentilah berpura-pura wahai para petinggi negri ini sudah terlalu banyak sandiwara yang kalian mainkan di panggung kehidupan bangsa ini. Lihat kami rakyat kecilmu ini, buka telinga dan hatimu untuk setiap jeritan anak-anak miskin di luar sana yang tak bisa sekolah, rakyat yang berjuang hidup untuk mendapat kehidupan yang layak. Uang yang kalian korupsi itu hasil keringat mereka. Ingat TUHAN tak pernah tidur, DIA tak akan tinggal diam melihat kejahatan-kejahatan kalian…

KAMI RINDU ADANYA PERUBAHAN DI NEGRI INI…

#KPKvsPolri #saveKPKsaveIndonesia #whereareyouMr.President #Indonesiayanglebihbaik



Home Sweet Home


Kamis itu aku berniat untuk menghadiri sidang saudara PA ku , Veranita dan juga karena kebetulan di hari Jumat akan mengikuti rekruitasi penerimaan pegawai salah satu perusahaan di kampus aku berangkat menuju kampung halaman ke 2 ku itu kamis jam 10 pagi. Bandung adalah kampung halaman ke 2 bagi ku setelah Medan karena di kota kembang inilah aku menghabiskan hidupku selama 4 tahun terakhir. Terlalu banyak goresan dan kenangan indah yang tercipta di sana, hal ini yang selalu menjadi gairah tersendiri kenapa aku selalu senang berkunjung ke kota itu J
Tiba sudah agak siangan menjelang sore, saudara PA ku pun sudah sah menyandang gelar Sarjana Teknik nya (hihi congratulation dear, maaf tak bisa menemanimu perform kirain sidangnya sorean). Berhubung aku pun sudah berstatus tuna wisma saat itu aku berniat untuk menginap di kosan Friska. Sore itu Bandung menghitam dan dalam sekejap saja tanah mulai dibasahi dengan derasnya air yang turun dari langit, tapi tak sedikit pun menghalangi niat kami bertiga untuk nonton film TED malam itu :D
Sebenarnya aku ingin sekali menghadiri persekutuan doa kamis malam itu. Setelah hampir 4 bulan kembali ke pangkuan ibunda tercinta, duniaku saat ini sangat berbeda jauh dengan kehidupan masa lalu yang membuatku benar-benar merindukan hangatnya persekutuan mahasiswa. Tapi aku juga merindukan kehidupan malam yang dulu sempat aku lakoni hahaha (nonton dan makan di luar sampai tengah malam) jadi aku memutuskan untuk menghadiri persekutuan jumatan saja esok harinya. Hehe bukan hanya karena itu sih tapi ada alasan lainnya juga  yang membuat ku tak bisa menghadiri PD kamis ^^V

Jumat pagi aku berangkat menuju CDC kampus untuk mengikuti proses rekruitasi salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang telekomunikasi. Diawali dengan presentasi profile company kemudian dilanjut dengan sesi psikotest. 2 jam berlangsung kemudian jam menunjukkan pukul 11.30 yang berarti akan ada break shalat jumat. Bergegas sambil sedikit berlari aku melangkahkan kakiku ke gedung Student Center atau yang lebih dikenal dengan SC untuk mengikuti persekutuan disana. Menyadari aku sudah terlambat hampir 1 jam, aku sudah berencana untuk duduk di bagian belakang. Tapi saat aku memasuki gedung itu, aku tercengang melihat banyaknya mahasiswa/i yang duduk sampai ke bagian paling ujung pintu masuk SC. Astaga, sudah berapa lama ya aku ga pernah lagi melihat keadaan jumatan yang sebegininya (hatiku tersenyum) lalu tiba-tiba aku teringat ini adalah awal perkuliahan baru dimana anak-anak baru sedang on fire nya ke acara seperti ini (semoga hanya ketakutanku saja karena biasanya seiring berjalannya waktu orang-orang akan selalu beralibi tugas kuliah menjadi penghalang mereka ke persekutuan).

Duduk di antara junior-juniorku tapi tiba-tiba aku merasa sangat stranger di tempat yang biasa memberikan kenyamanan tersendiri untukku (maklum banyak anak baru). Tak jadi masalah penting karena tujuan awal aku ke sana untuk mengikuti persekutuannya dan ingin melihat keadaan “rumah” ku saat ini (istilah rumah familiar untuk mereka yang mengerti). Jumat itu Bunda Maretha berkhotba tetang Christian Life dan kebetulan saat itu juga ada simulasi theme song Bible Camp, tidak banyak yang berubah pikirku. Saat kemudian aku pergi sebentar ke toilet dan saat kembalinya mendapati adek PA ku duduk di depan pintu masuk. Menghampirinya sebentar, kami sempat bercerita mengenai kabarnya, kuliahnya, kepanitian yang sedang diembannya dan juga tentang salah satu pergumulannya untuk suatu pelayanan berikutnya. Dan tiba-tiba aku melihat salah satu partner hebatku di sana, Yosua Hendrik sedang sibuk mengurus “sesuatu” yang tidak aku mengerti. Hatiku kembali tersenyum saat aku mendapatinya masih terus ada di rumah :’)

Setelah jumatan berakhir aku bersalaman dengan beberapa orang yang tadi duduk di sekitarku dan tak lupa aku mencari orang-orang yang sangat-sangat ingin aku temui saat itu. Tapi aku belum sempat bertemu akk ku yang satunya, Nana :( Ku lempar pandangan ke arah tengah ruangan, tak susah bagiku mendapati my dearest big ito disana, Jonriko. Ku berlari ke arahnya saat dia langsung menyadari kehadiranku dan langsung mendekam pipiku ke dalam telapak tangannya yang besar. Memeluknya sebentar dan tiba-tiba ide gila yang biasa muncul di pikiran kami pun datang. “Kak, ganggu si yos yok”, hahaha a good idea dan kami berdua pun berlari ke arah cua dan langsung saja menggelitiknya dengan anarkis :)) Kemudian dilanjutkan  bersalaman dengan beberapa orang, dan aku mendapati beberapa angkatan 2008 yang masih tetap ada di persekutuan itu (Hardma, Santo, Radian, Erfan, Arga, Zendry, Stanley, Rina dan Samuel)

Aku merindukan rumah, sangat merindukan tempat dimana aku pertama kali merasakan Tuhan benar-benar mengendalikan seluruh hidupku.

Aku merindukan orang-orang rumah, dan aku bersyukur sempat bertemu dengan salah satu orang rumah :D

Home sweet Home, thanks